Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog, Komplek Pergudangan Sunter Timur, Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengungkapkan kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang bulog aman untuk kebutuhan selama 11 bulan kedepan dalam menghadapi El Nino Godzila. Kondisi stok beras saat ini di gudang Bulog mencapai 4,5 juta ton dan akan bertambah 5 juta ton pada akhir April mendatang, serta stok beras swasta 12,5 juta ton dan diprediksi ada tambahan panen 2 juta ton per bulan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan harga beras tetap stabil meski biaya kemasan plastik mengalami kenaikan. Rizal menyampaikan hal tersebut saat bertemu awak media di kantornya di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan Bulog fokus memperkuat stok dan mengendalikan distribusi di tengah berbagai tekanan biaya. “Tidak ada kenaikan harga pangan maupun harga beras,” ujar Rizal.
Dalam rapat evaluasi bersama jajaran kementerian, Bulog melaporkan capaian penyerapan gabah yang terus meningkat. Hingga 13 April 2026, realisasi penyerapan mencapai 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton setara beras dari target tahun ini.
Capaian tersebut ditopang kondisi panen yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Bulog memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat cadangan beras nasional. Rizal menambahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,727 juta ton.
Kenaikan harga bahan baku plastik menjadi tantangan dalam proses pengemasan beras. Kondisi ini berdampak pada biaya operasional, terutama untuk program beras SPHP dan bantuan pangan. “Isu kemasan ini menjadi tantangan bersama, khususnya terkait bahan plastik kemasan,” kata Rizal.
Bulog telah mengambil langkah internal dan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan keringanan harga bahan baku. Upaya tersebut ditempuh agar kenaikan biaya tidak diteruskan ke harga jual di tingkat masyarakat.
Pada saat yang sama, jelas Rizal, Bulog juga menyiapkan strategi menghadapi potensi El Nino dengan mendorong penyerapan maksimal hingga Juli. “Prediksi kami, insyaallah pada akhir Juli bisa menembus 4 juta ton,” ujarnya.
Stok beras yang kuat juga membuka peluang ekspor, termasuk penjajakan permintaan dari Malaysia hingga 200 ribu ton. Di dalam negeri, operasi pasar disiapkan untuk meredam kenaikan harga yang terpantau di sejumlah wilayah. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat dan petani.
.png)
8 hours ago
4
















































