Bukan Hanya IPK, Ini 7 Kriteria Fresh Graduate yang Dicari HRD

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tuntutan dunia industri di Indonesia saat ini bergeser cepat seiring dengan masifnya transformasi digital. Tim Human Resources Department (HRD) kini tidak lagi menjadikan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai satu-satunya penentu utama dalam menyaring lulusan baru (fresh graduate). Perusahaan lebih memprioritaskan kandidat yang memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja nyata, dan kesiapan adaptasi teknologi.

Fenomena ini sejalan dengan karakteristik Gen Z yang cenderung ingin cepat bekerja dan aktif mencari proyek sampingan sejak masih kuliah. Mereka lebih menyukai industri digital serta startup yang dinamis dan menawarkan ruang bertumbuh secara cepat. Perubahan preferensi kerja generasi muda ini mendorong dunia rekrutmen untuk terus menyesuaikan standar seleksi kandidat mereka.

Menanggapi pergeseran tren ini, Kepala Kampus Cyber University, Ibnu Alfarobi, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan industri modern. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa di masa depan tidak hanya ditentukan oleh capaian nilai akademik semata.

“Kampus perlu menghadirkan kurikulum berbasis industri, pembelajaran yang fleksibel, kesempatan magang, serta kolaborasi dengan dunia usaha agar mahasiswa memiliki pengalaman yang relevan sebelum lulus,” kata Ibnu.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengusung visi Shaping Digital Future Leader, Cyber University (Universitas Siber Indonesia) berkomitmen menyiapkan talenta digital yang siap kerja.

Ibnu menjelaskan Cyber University mengimplementasikan program unggulan Company Learning Program (CLP) 3+1. Melalui program tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan di kelas dan satu tahun magang langsung di perusahaan untuk mengasah kemampuan teknis mereka.

Secara umum, terdapat tujuh kriteria utama yang kini menjadi perhatian serius para perekrut kerja di Indonesia. Pengalaman magang dan portofolio nyata, seperti desain UI/UX, analisis data, hingga strategi pemasaran digital, kini dinilai jauh lebih berharga dibandingkan transkrip nilai teoritis. Selain itu, HRD juga menyukai kandidat yang adaptif terhadap kecerdasan buatan (AI) serta memiliki kemampuan komunikasi dan kerja sama tim yang solid.

Kemampuan memecahkan masalah (problem solving), literasi data, serta cara berpikir kritis juga menjadi modal penting di sektor teknologi finansial (fintech). Faktor terakhir yang paling menentukan adalah sikap kerja (attitude) dan keinginan untuk terus belajar (growth mindset). Kandidat yang proaktif dan terbuka terhadap hal baru memiliki peluang jauh lebih besar untuk diterima kerja di berbagai industri berskala besar.

"Memilih perguruan tinggi dengan ekosistem belajar yang terintegrasi dengan dunia kerja menjadi langkah investasi masa depan yang sangat menentukan bagi calon mahasiswa. Dengan kesiapan kurikulum yang adaptif, lulusan baru diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu berkontribusi aktif sebagai pemimpin digital masa depan," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |