BI: 65 Persen Sektor Publik di Kaltara Kini Gunakan QRIS

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MALINAU, – Sebanyak 65 persen sektor publik di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah beralih menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai layanan transaksi nontunai. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Agus Taufik, mengungkapkan hal ini di Kabupaten Malinau, Selasa.

Menurut Agus, capaian ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam akseptasi digital oleh masyarakat dan pemberian layanan publik oleh pemerintah daerah. “Berdasarkan data yang kami peroleh se-Kaltara di sektor-sektor publik yang tadinya 100 persen secara tunai pembayarannya sekarang 65 persen sudah menggunakan transaksi QRIS,” ujarnya saat menghadiri Launching Pelabuhan Speedboat Malinau Siap QRIS.

Agus menambahkan, indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Malinau juga berada pada level tertinggi, yaitu level digital. Hal ini menegaskan bahwa transformasi pembayaran digital di wilayah tersebut berjalan dengan sangat baik.

35 Persen Transaksi Nontunai Lainnya

Untuk 35 persen transaksi lainnya, Agus menjelaskan bahwa pembayaran juga sudah dilakukan secara nontunai, namun melalui kanal yang berbeda. Kanal-kanal tersebut meliputi pembayaran melalui teler bank atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Jadi yang 35 persen itu melalui berbagai kanal pembayaran selain QRIS. Misalnya ada beberapa kelompok masyarakat terutama yang sudah senior masih nyaman menggunakan transaksi melalui perbankan teler maupun mungkin kebiasaan menggunakan ATM dan sebagainya,” katanya.

Di sisi lain, Agus menyebutkan bahwa generasi muda lebih familier dengan QRIS karena mereka lebih banyak menggunakan telepon pintar yang memiliki berbagai aplikasi dalam satu genggaman.

Peluncuran QRIS di Pelabuhan Speedboat Malinau

Atas peluncuran layanan QRIS di Pelabuhan Speedboat Malinau, Agus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Malinau beserta jajaran, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau. Ia menilai langkah ini sebagai upaya digitalisasi di sektor transportasi yang patut diapresiasi.

“Terima kasih juga teman-teman perbankan dan ini merupakan sinergi yang baik dalam rangka memberikan layanan publik kepada masyarakat yang semakin baik, semakin cepat, semakin efisien dengan transaksi pembelian tiket secara digital melalui QRIS,” ujarnya.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyatakan bahwa layanan nontunai berupa QRIS di pelabuhan tersebut akan semakin mempermudah serta mempercepat layanan transportasi sungai bagi masyarakat. “Dengan adanya kemudahan dari Bank Indonesia dengan QRIS ini, pelayanan pembelian tiket speedboat bisa dilakukan secara mudah, cepat dan efisien, sehingga tidak perlu melakukan transaksi melalui tunai,” jelasnya.

Wempi juga meminta Bank Indonesia untuk mendorong perbankan lain di Kabupaten Malinau agar bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan pelayanan, termasuk di sektor kepelabuhanan. “Kami ucapkan selamat kepada Bank Indonesia, khususnya Bank Indonesia Provinsi Kaltara yang telah meluncurkan layanan digitalisasi transaksi melalui QRIS di Pelabuhan Speedboat Malinau,” tutupnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |