Guru dan siswa melintasi jembatan tali baja penghubung Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian saat pulang sekolah di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Senin (20/7/2026). Guru dan siswa di kawasan itu terpaksa menggunakan jembatan tali baja untuk berangkat dan pulang sekolah pasca rusaknya jembatan gantung penghubung antar dusun pada akhir November 2025 lalu. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Setiap hari para guru dan siswa harus meniti jembatan darurat tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah. Jembatan tali baja menjadi satu-satunya akses yang dapat digunakan warga. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BARAT -- Semangat belajar tak surut meski harus menghadapi risiko setiap hari. Guru dan siswa di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa meniti jembatan tali baja untuk berangkat dan pulang sekolah setelah jembatan gantung penghubung Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian rusak akibat bencana pada akhir November 2025.
Selama lebih dari enam bulan, jalur darurat tersebut menjadi satu-satunya akses yang dapat dilalui warga. Kondisi ini tidak hanya menguji keberanian para pelajar dan guru, tetapi juga menjadi potret masih besarnya tantangan akses pendidikan di sejumlah wilayah terpencil.
sumber : Antara Foto
.png)
16 hours ago
5





































