Penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat ikut memengaruhi peta likuiditas perbankan daerah, termasuk Bank Jatim.
![]()
Bank Jatim (BJTM) Siasati Penurunan Transfer ke Daerah dengan Digitalisasi dan Pemanfaatan Cadangan Obligasi. (Foto: iNews Media Group)
IDXChannel - Penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat ikut memengaruhi peta likuiditas perbankan daerah. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim menyiapkan strategi mitigasi, mulai dari optimalisasi dana murah berbasis digital hingga pemanfaatan cadangan obligasi berkelanjutan.
Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim, RM Wahyukusumo Wisnubroto mengakui bahwa sebagai pengelola kas daerah, penurunan dana transfer pemerintah pusat memberikan dampak terhadap dinamika likuiditas perseroan. Meski demikian, Bank Jatim masih dapat memanfaatkan porsi dan turunan dari dana kelolaan tersebut secara terukur.
"Penurunan TKD memang relatif berpengaruh terhadap likuditas Bank Jatim. Tidak kita pungkiri bahwa BPD ini memiliki keterkaitan dalam hal ini pemerintah daerah karena kita sebagai pengelola kas daerah itu menempatkan sumber likuditas," ujar Wahyu dalam Public Expose Live Bank Jatim, Rabu (9/9/2026).
Untuk mengantisipasi dampak penurunan TKD, manajemen Bank Jatim memfokuskan strategi pada penguatan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) melalui penetrasi platform digital JConnect. Seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna, perolehan tabungan dan giro masyarakat diharapkan mampu menopang kebutuhan likuiditas perseroan.
"Sehingga sektor CASA, tabungan dan sebagainya Ini akan bisa menggantikan, mengantisipasi terhadap transfer keuangan daerah tersebut," kata Wahyu.
.png)
2 hours ago
1
















































