Anggaran MBG Tahun Ini Dipangkas Jadi Rp229 Triliun, BGN: Berpotensi akan Turun Lagi

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dipangkas menjadi Rp 229 triliun untuk 2026. Namun, anggaran untuk salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu berpotensi kembali berkurang.

Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan, lembaganya telah mengalami efisiensi anggaran sebelum dilakukan perbaikan tata kelola program MBG. Anggaran untuk program MBG yang semula Rp268 triliun mengalami efisiensi menjadi Rp229 triliun.

"Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisensi anggaran, dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun, sementara," kata dia saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan, berkurangnya anggaran untuk program MBG senilai Rp39 triliun itu masih merupakan angka sementara. Menurut dia, anggaran itu masih berpotensi berkurang. Sebab, saat ini BGN tengah melakukan upaya perbaikan tata kelola, salah satunya dengan melakukan refocusing penerima manfaat program MBG.

Menurut dia, BGN akan berupaya membuat program MBG berjalan dengan efisien. Hal itu tidak berarti BGN bertujuan untuk terus mengurangi anggaran program MBG. Namun secara keilmuan, akan ada kajian untuk refocusing anggaran. Setelah diterima, jumlah anggarannya menjadi berapa secara otomatis akan mengikuti.

Menurut dia, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar program MBG dilaksanakan lebih berkualitas. Di sisi lain, Prabowo juga tidak lagi menargetkan jumlah penerima manfaat harus mencapai 81 juta orang pada 2026 dalam pelaksanaan program tersebut.

"Beliau memahami betul bahwa ini tidak mudah bagi kami untuk membenahi yang kemarin itu, dan beliau sudah tahu juga permasalahannya. Jadi beliau tidak membuat target-target tertentu kepada kami," kata dia.

Arumsari menyebutkan, saat ini penerima manfaat program MBG telah mencapai 62,7 juta orang. Namun, BGN bakal melakukan refocusing penerima manfaat program MBG. Di sisi lain, pihaknya juga akan memprioritaskan wilayah 3T dalam pelaksanaan program MBG.

"Sekarang posisi sekarang kan by data 62,7 (penerima manfaat) ya? Kualitasnya itu ditajamkan lagi dari situ. Itu yang pesan beliau. Sama yang memang ya di daerah 3T, ya yang beliau juga pesan untuk diprioritaskan," kata dia.

Anggaran BGN tahun ini juga pernah mengalami pemangkasan sekitar Rp 67 triliun. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 pada Selasa (19/5/2026). Anggaran program MBG yang semula senilai Rp 335 triliun dipangkas menjadi Rp 268 triliun. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |