Ahli Epidemiologi: Indonesia Masih Miliki Peluang Cegah Virus Hanta

2 hours ago 1

 Indonesia Masih Miliki Peluang Cegah Virus Hanta

Virus hanta berasal dari hewan pengerat. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih memiliki kesempatan untuk mencegah masuknya Virus Hanta yang tengah mengguncang dunia internasional. Ada cara yang bisa diterapkan pemerintah.

Diketahui, Virus Hanta menjadi sorotan setelah muncul dan menginfeksi tiga orang di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde beberapa waktu lalu. Negara-negara lain pun mulai mewaspadai penyebaran Virus Hanta.

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono

1. Indonesia Cegah Virus Hanta

Pandu Riono mengatakan Indonesia masih bisa melakukan pencegahan asalkan memiliki respons yang cepat terhadap kabar munculnya virus tersebut. Mengingat, ancaman potensial Virus Hanta untuk menyebar bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

“Oh, pasti (memiliki potensi mencegah) asal kita mempunyai respons yang cepat. Seringkali orang bilang, ‘Oh Belanda masih jauh, oh itu kejadian di sana.’ Ya kan? Artinya kita enggak pernah bahwa ada potential threat yang bisa mengancam siapa pun dan di mana pun,” kata Pandu saat diwawancarai di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2036).

2. Cara Pencegahan

Pandu menyebut bentuk pencegahan bisa dilakukan dengan mengamankan serta mensterilkan seluruh transportasi dan fasilitas publik dari hewan-hewan yang kemungkinan bisa menularkan virus Hanta.

“Kita pasti punya usaha untuk mengamankan semua tempat-tempat publik, terutama transportasi, supaya jangan ada hewan-hewan. Di rumah aja kita takut kalau ada tikus, apalagi di kapal,” ujar Pandu.

“Di kapal itu kan dia enggak bisa ke mana-mana. Hidup bersama dengan tikus di kapal itu, berhari-hari. Kalau tikusnya sakit, membawa penyakit, ya pasti yang ditularkan siapa? Penumpang di kapal itu,” ucap dia.

Pandu menjelaskan bahwa, langkah tersebut bisa dilakukan mengingat kemunculan virus Hanta di kapal pesiar terjadi akibat tidak ada penjagaan terhadap vektor (kuman) yang berada pada hewan dan berpotensi tertular ke manusia.

“Kejadian yang Hanta itu, artinya di kapal itu tidak ada penjagaan supaya tidak ada vektor, vektor tun kuman. Jadi Indonesia harus siap mengantisipasi agar semua transportasi publik, terutama yang jarak jauh, kapal kan bisa berhari-hari gitu kan, apalagi kapal pesiar dan sebagainya, benar-benar dijamin tidak ada vektor yang bisa memungkinkan penularan,” jelas Pandu.

Terlebih, virus tersebut mengalami jumping to species atau perpindahan dari hewan kepada manusia. Sehingga, kemungkinan virus untuk bermutasi bisa lebih besar dan berpotensi mewabah.

Apalagi, tubuh manusia tidak memiliki daya tahan terhadap virus yang ditularkan dari hewan. Akhirnya, virus kemungkinan menyebar melalui napas ataupun air seni.

“Kita harus mencegah penularan dari hewan ke manusia supaya kalau nanti terjadi mutasi, yang susah dikenali kan mutasi. Bisa terjadi potensi. Kalau sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia, itu kita out of control, menyeramkan. Kita harus siap dengan kemungkinan terburuk,” tambah dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |