
Tanda Kuku Lelah Akibat Nail Art yang Terlalu Sering. (Foto: Freepik)
CAT kuku memang menjadi cara praktis untuk mempercantik penampilan tangan. Selain membuat kuku terlihat rapi, perawatan ini juga menjadi momen relaksasi bagi banyak orang.
Tak heran, banyak orang rutin melakukan nail art setiap 2–3 minggu sekali. Namun, penggunaan cat kuku secara terus-menerus tanpa jeda dapat memengaruhi kesehatan kuku alami.

Padahal, kuku membutuhkan waktu sekitar 4–6 bulan untuk tumbuh sepenuhnya dari pangkal hingga ujung. Karena itu, para ahli menyarankan untuk memberikan jeda sekitar 3–4 minggu di antara perawatan agar kuku memiliki waktu untuk pulih.
Lalu, bagaimana cara mengetahui kapan kuku perlu beristirahat dari cat kuku? Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 tanda kuku lelah akibat nail art yang terlalu sering:
1. Kuku Menjadi Tipis dan Mudah Bengkok
Jika kuku mulai terasa tipis, lentur, atau mudah patah, bisa jadi ini merupakan tanda bahwa kuku mengalami penurunan kekuatan. Penggunaan gel polish secara rutin, terutama jika dilepas dengan cara dikelupas sendiri, dapat mengangkat lapisan kuku alami sehingga kuku menjadi lebih rapuh.
Selain itu, proses penghapusan gel menggunakan aseton juga dapat mengurangi kelembapan alami kuku jika dilakukan terlalu sering. Paparan sinar UV dari lampu pengering gel secara berulang juga berpotensi melemahkan kuku dalam jangka panjang.
2. Warna Kuku Berubah
Perubahan warna kuku menjadi kekuningan atau meninggalkan noda setelah menggunakan cat kuku berwarna gelap. Ini merupakan tanda lain yang perlu diperhatikan.
Pigmen pada cat kuku dapat meninggalkan bekas pada permukaan kuku, terutama jika tidak menggunakan base coat sebelum mengaplikasikan warna. Lapisan dasar ini berfungsi melindungi kuku sekaligus membantu cat kuku bertahan lebih lama. Jika perubahan warna terjadi terus-menerus, sebaiknya hentikan penggunaan cat kuku untuk sementara agar kuku kembali ke warna alaminya.
3. Muncul Bercak Putih pada Permukaan Kuku
Bercak putih atau noda putih pada kuku sering kali disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai keratin granulation. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi menandakan bahwa kuku mengalami dehidrasi akibat penggunaan cat kuku atau cairan pembersih berbahan aseton.
Untuk membantu memulihkan kondisi kuku, gunakan cuticle oil atau minyak kutikula secara rutin. Mengoleskan minyak kutikula dua kali sehari dapat membantu menjaga kelembapan kuku sekaligus merangsang pertumbuhan kuku yang lebih sehat.
4. Kutikula Terlihat Kering dan Mengelupas
Kutikula yang kering, pecah-pecah, atau mengelupas juga menjadi sinyal bahwa kuku membutuhkan waktu untuk beristirahat. Penggunaan aseton, terlalu sering mencuci tangan, hingga pemakaian hand sanitizer secara berlebihan dapat mengurangi kelembapan kulit di sekitar kuku. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko iritasi bahkan infeksi.
Menjaga kelembapan kutikula dengan minyak kutikula atau pelembap khusus kuku dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Kamu perlu waspada.
5. Kuku Rapuh dan Mudah Mengelupas
Kuku yang mudah pecah, terbelah, atau mengelupas menandakan struktur kuku mulai melemah. Beberapa produk cat kuku mengandung bahan kimia yang dapat memengaruhi kesehatan kuku apabila digunakan terus-menerus tanpa jeda.
Oleh karena itu, sesekali biarkan kuku tampil alami. Dengan begitu, lapisan kuku memiliki kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri.
.png)
5 hours ago
1

















































