
Berikut empat fakta Jonatan Christie jadi tunggal putra nomor 1 dunia pekan ini (Foto: PBSI)
BERIKUT empat fakta Jonatan Christie jadi tunggal putra nomor 1 dunia pekan ini. Pria asal Jakarta tersebut segera menyandang status bergengsi.
Jagat bulu tangkis Tanah Air dihebohkan kabar Jonatan bakal nangkring di posisi 1 ranking dunia BWF sektor tunggal putra. Beragam reaksi ditunjukkan pencinta olahraga tepok bulu.
Beberapa ada yang tidak percaya karena menilai Jonatan tampil tidak terlalu bagus belakangan ini. Gelar juara yang diraihnya pun terhitung sedikit. Lantas, apa saja fakta-faktanya?
4 Fakta Jonatan Christie Jadi Tunggal Putra Nomor 1 Dunia Pekan Ini
1. Tuntaskan Kerinduan 26 Tahun

Sebelum Jonatan, tunggal putra Indonesia yang terakhir kali meraih posisi 1 di ranking dunia BWF adalah Taufik Hidayat. Hal itu dicapainya pada 24 Agustus 2000 atau tepat 26 tahun silam.
Semenjak itu, ada banyak tunggal putra kenamaan Indonesia seperti Sony Dwi Kuncoro hingga generasi Anthony Ginting dan Jonatan Christie. Tapi, Jojo-lah yang berhasil menuntaskan kerinduan tersebut.
2. Hitungan Hasil 10 Turnamen
Keberhasilan Jonatan tidak terlepas dari capaiannya dalam 10 turnamen yang masuk hitungan poin. Pekan lalu, pria asal Jakarta tersebut mengoleksi 89.231 poin per 18 Agustus 2026 dan duduk di posisi 3.
Peluang merangsek ke posisi teratas hadir di BWF World Championships 2026 yang berlangsung 17-23 Agustus. Tapi, anomali terjadi. Pesaing-pesaingnya yakni Shi Yu Qi, Kunlavut Vitidsarn, Anders Antonsen, Christo Popov, dan Chou Tien Chen, gagal meraup sebanyak mungkin angka karena tersingkir duluan.
Jonatan sendiri sudah kandas di babak perempatfinal. Capaian itu membuat perolehannya berkurang menjadi 87.631 poin. Tapi, lima pesaingnya pun mengalami hal serupa!
Lantas, kenapa Jonatan bisa begitu saja jadi peringkat 1 dunia? Konsistensi jadi modal utama pria berusia 27 tahun ini. Untuk jadi yang teratas, seorang pebulu tangkis haruslah tampil apik dalam periode 52 pekan.
Kemudian, BWF memilih 10 poin ranking tertinggi dari setiap pemain untuk diakumulasi. Semakin tinggi level turnamen serta semakin jauh langkahnya, maka poinnya semakin besar.
Sekilas, Jonatan tidak meyakinkan dalam 52 pekan terakhir. Tapi, ia punya tiga gelar juara dan dua runner up dalam kurun waktu tersebut. Ia menjadi kampiun di Korea Open 2025 (Super 500), Denmark Open 2025 (Super 750), dan Hylo Open 2025 (Super 500).
Lalu, Jonatan jadi runner up di India Open 2026 (Super 750) dan Indonesia Open 2026 (Super 1000). Capaian tersebut yang jadi modal utamanya untuk naik ke posisi teratas.
.png)
3 hours ago
1
















































