Gelandang Swiss Granit Xhaka.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapten timnas Swiss Granit Xhaka mengaku antusias sekaligus merasa terhormat dapat kembali berhadapan dengan Lionel Messi pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Namun, rasa hormat itu tidak mengurangi ambisi Swiss untuk menciptakan sejarah dengan menyingkirkan juara bertahan Argentina.
Swiss akan menghadapi Argentina di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Ahad (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. Duel tersebut menjadi kesempatan emas bagi La Nati untuk melangkah ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
"Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan Messi," kata Xhaka, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu (11/7/2026).
Messi datang sebagai ancaman terbesar bagi Swiss. Kapten Argentina itu sedang memimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026 dengan delapan gol, sekaligus telah mengoleksi total 21 gol sepanjang sejarah penampilannya di putaran final Piala Dunia.
Meski demikian, Xhaka menegaskan Swiss tidak datang hanya untuk menikmati pertandingan melawan salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia ingin timnya memberikan perlawanan maksimal sehingga apa pun hasil akhirnya, mereka bisa meninggalkan lapangan dengan kepala tegak.
"Kami ingin memberikan segalanya dan memainkan pertandingan yang nantinya bisa kami kenang dengan rasa bangga, apa pun hasilnya. Kami ingin bisa berkata bahwa kami telah melakukan segala cara untuk mengalahkan Argentina," ujar gelandang Sunderland yang telah mengoleksi 151 penampilan bersama Swiss tersebut.
Keberhasilan Swiss mencapai perempat final sudah menjadi pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak 1954, mereka kembali menembus delapan besar setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti pada babak 16 besar.
Pelatih Swiss Murat Yakin menilai Argentina tetap menjadi favorit, tetapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Ia melihat tim asuhan Lionel Scaloni juga sempat mengalami kesulitan pada fase gugur.
Argentina harus berjuang hingga babak tambahan waktu untuk mengalahkan Tanjung Verde, sebelum kembali dipaksa bekerja keras saat bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menyingkirkan Mesir pada babak 16 besar.
Yakin menilai disiplin bertahan dan kekompakan tim menjadi kunci jika Swiss ingin menghentikan langkah Lionel Messi dan kawan-kawan.
"Hanya ada satu cara untuk mengalahkan Argentina dan Messi, yaitu bermain sebagai sebuah tim," kata Yakin.
.png)
5 hours ago
2












































