Skema Tadpole Pinjaman Daring Dinilai Rugikan Peminjam

1 hour ago 3

AFPI diharapkan memiliki sikap yang searah dengan regulator dalam penerapan skema tadpole di industri pinjaman daring.

iNews Media Group)

Skema Tadpole Pinjaman Daring Dinilai Rugikan Peminjam (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Skema Tadpole dalam pinjaman daring (pindar) dinilai sangat merugikan peminjam karena membebankan angsuran lebih besar pada awal periode pinjaman. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen, mengingat masyarakat yang mengakses pinjaman justru berada dalam kondisi membutuhkan dana.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) diharapkan memiliki sikap yang searah dengan regulator dalam penerapan skema tadpole di industri pinjaman daring.

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyoroti pola pembayaran dalam skema Tadpole yang membuat kewajiban peminjam sangat besar pada awal masa pinjaman, kemudian semakin kecil pada periode berikutnya. 

Menurut Harris, kemudahan akses pinjaman online harus diikuti dengan tanggung jawab penyelenggara dan regulator untuk memastikan produk pinjaman ditawarkan secara transparan, adil, dan tidak mengeksploitasi masyarakat yang sedang membutuhkan uang.

"Jadi, skema Tadpole itu adalah kewajibannya dari pinjaman itu di awal dibebankan besar sekali, baru kemudian di belakangnya kecil. Saya melihat persoalan ini bukan semata-mata soal pinjaman online saja, tetapi persoalan ini adalah persoalan perlindungan konsumen dan integritas dari industri jasa keuangan," kata Harris dalam keterangan tertulis Senin (7/9/2026).

Halaman : 1 2 3 4

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |