Situasi Global Masih Bergejolak, ESDM Optimalkan Produksi Migas Dalam Negeri

5 hours ago 2

Kementerian ESDM akan mengoptimalkan produksi migas dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal.

 Ist)

Kementerian ESDM akan mengoptimalkan produksi migas dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengoptimalkan produksi minyak dan gas (migas) dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan eksternal. Selain itu, di tengah gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, pemerintah juga melakukan diversifikasi impor dari sejumlah negara lain. 

“Di samping sumber-sumber energi yang melewati Selat Hormuz, kita memperluas ke kawasan lain, antara lain dari Amerika Serikat, Afrika, Asia Timur dan Tengah,” kata Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (9/4/2026). 

Menurut Hendra, untuk minyak mentah atau minyak bumi, optimalisasi hasil kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dilakukan untuk kepentingan domestik.  Dalam hal ini, kata dia, Ditjen Migas memeriksa semua KKKS untuk mengalihkan ekspor yang diperlukan di dalam negeri, serta optimalisasi sumber daya domestik untuk produksi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, di tengah situasi turbulensi yang abnormal saat ini, posisi Indonesia dan badan usaha migas nasional menghadapi kondisi sulit. 

Menurut dia, di satu sisi, perusahaan itu harus memenuhi pasokan energi nasional, namun di sisi lain harga minyak dunia melonjak di kisaran USD100 per barel. Sementara harga minyak acuan pada Anggaran Penerimaan dan dan Belanja Negara yakni Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan USD70 per barel. 

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |