Sediakan Es Krim hingga Jemput Bola Pemohon Paspor Jadi Inovasi Kantor Imigrasi Pekanbaru

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Ada pemandangan unik saat menyaksikan proses pengurusan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Pekanbaru. Sebagian pemohon paspor menunggu sambil minum kopi, minum teh, hingga makan es krim.

Ternyata, Kanim Kelas I TPI Pekanbaru berinovasi menyediakan es krim sebagai bentuk pelayanan kepada pemohon paspor. Es krim ini jadi layanan pembeda karena untuk kopi dan teh disediakan pula oleh Kantor Imigrasi lain. Apalagi di tengah kondisi Pekanbaru yang panas, kehadiran es krim seolah menenangkan.

Hernawati menjadi salah satu pemohon paspor yang tengah mengonsumsi es krim sambil berbincang dengan temannya. Perempuan berusia 55 tahun itu mengurus paspor untuk keperluan umroh.

"Saya buat paspor karena mau umroh bulan depan. Alhamdulilah di sini pelayanannya bagus, dapat es krim lagi jadi bisa santai menunggu," kata Hernawati kepada Republika, belum lama ini.

Sedangkan Muhammad Zikra tengah mengurus paspor untuk keperluan study tour ke Malaysia. Zikra yang masih berusia 14 tahun merasa pengurusan paspor dimudahkan oleh petugas Kanim Pekanbaru. Sehingga meski baru pertama kali membuat paspor, Zikra tak kesulitan melewati berbagai tahapannya.

"Mudah ya buat paspornya, yang penting dokumen lengkap, terus nanti di sini dibantu petugas," ucap Zikra.

Kepala Kanim Kelas I TPI Pekanbaru, Ryang Yang Satiawan menjelaskan kantornya memang menelurkan sejumlah inovasi guna memudahkan pelayanan paspor. Salah satunya penyediaan es krim bagi pemohon paspor yang sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir. Penyediaan es krim, kopi, dan teh termasuk dalam anggaran layanan pemohon paspor dan visa sekitar Rp 8 juta per bulan

"Untuk membuat nyaman para pembuat paspor gitu kan. Dan kita juga kan itu juga ada anggarannya," kata Ryang.

Inovasi kedua ialah penyediaan komputer untuk memudahkan pengurusan visa bagi Warga Negara Asing (WNA). Ini membuat WNA bisa mengurus administrasi visa di Kanim Pekanbaru dengan dibantu petugas kalau kesulitan mengurus visa lewat gawai pribadi.

Ryang menyebut dua inovasi ini lahir dari buah pemikiran pegawai Kanim Pekanbaru demi membuat pemohon paspor dan visa merasa nyaman. Sebab kenyamanan itu akan berpengaruh tak membuat mereka stres dan tenang menjalani proses keimigrasian.

"Jadi membuat supaya membuat gimana sih pembuat paspor ini bisa nyaman, bisa enak di di Kantor Imigrasi dan intinya memberikan feedback kembali ke kami ini mereka senang, gitu. Jadi kami dapat poin-poin yang yang mungkin bisa membuat masyarakat apa, merasa happy-lah gitu," ujar Ryang.

Inovasi berikutnya ialah layanan jemput bola bagi pemohon paspor yang menderita sakit parah. Layanan yang dinamai Jemput Bola HAM ini membuat petugas paspor mendatangi rumah sakit tempat pemohon paspor terbaring sakit. Layanan ini khusus menyasar pemohon paspor yang secara medis kesulitan mendatangi Kantor Imigrasi secara langsung.

"Jemput Bola HAM. Jadi kami mengutamakan pengurusan paspor untuk orang sakit, jadi kita jemput bola ke ke rumah sakit. Nah, jadi kami memfasilitasi pasien tersebut agar pembuatan paspornya langsung cepat, tepat sasaran," ujar Ryang.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |