REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Salah satu sebab datangnya hukuman Allah adalah hidup dalam kemewahan berlebihan (taraf). Yang dimaksud dengan taraf adalah ketika seseorang mulai kehilangan keteguhan dalam kehendak, tekad, dan kesabarannya.
Dalam catatan Sekretaris Jenderal Ulama Islam Sedunia, Syekh Muhammad Ash-Shalabi, mengutip Zahrah, dalam Zahrat at-Tafasir; Mu’allamat as-Sunan al-Ilahiyyah fi al-Qur’an, segala sesuatu dalam dirinya menjadi serba longgar dan lemah yakni kehendaknya tidak lagi kuat, tekadnya kehilangan daya, jiwanya tidak terkendali, sementara hawa nafsu dan berbagai keinginan duniawi mengambil alih kehidupannya.
Orang-orang yang hidup dalam kemewahan berlebihan di tengah suatu umat biasanya berasal dari kalangan elite yang serba berkecukupan, memiliki harta dan pelayan, sehingga terbiasa hidup nyaman sekaligus berkuasa.
Kenyamanan yang berlebihan itu pada akhirnya membuat jiwa mereka menjadi lemah dan rusak. Mereka larut dalam kefasikan dan kesia-siaan, meremehkan nilai-nilai luhur, kesucian, dan kehormatan.
Mereka bahkan berani mencampuri kehormatan orang lain dan melanggar berbagai hal yang diharamkan.
Jika tidak ada pihak yang mencegah dan mengendalikan mereka, orang-orang seperti ini akan membuat kerusakan di muka bumi, menyebarkan perbuatan keji di tengah masyarakat, serta merendahkan nilai-nilai luhur yang menjadi penopang kehidupan sebuah bangsa.
Akibatnya, menurut Sayyid Qutb, dalam Fi Zilal al-Qur’an, masyarakat perlahan kehilangan kekuatan, semangat, dan vitalitasnya.
Ketika unsur-unsur yang menopang keberlangsungannya mulai hilang, sebuah umat pun dapat mengalami kehancuran dan akhirnya lenyap dari sejarah.
Ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang orang-orang yang hidup dalam kemewahan menunjukkan bahwa mereka sering menjadi kelompok pertama yang menghadang para nabi dan rasul. Mereka juga menjadi pihak yang paling cepat mendustakan dakwah mereka. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍۢ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ ٣٤
"Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, "Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan." (QS Saba’: 34)
.png)
21 hours ago
6
















































