REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara dokudrama The Voice of Hind Rajab, Kaouther Ben Hania, mengecam keputusan militer Israel yang hendak membuka penyelidikan kriminal atas kematian Hind Rajab (5 tahun). Ben Hania menyebut langkah tersebut sebagai pengalihan isu.
la menilai bukti mengenai kematian Hind sebenarnya telah tersedia selama lebih dari dua tahun, namun tidak pernah digubris. Karenanya, Ben Hania menyerukan keadilan yang ditegakkan oleh otoritas independen.
"Pengumuman ini adalah sebuah pengalihan isu. Selama lebih dari dua tahun, buktinya sudah ada: penyelidikan independen, citra satelit, analisis balistik. Dan ada bukti yang paling menghancurkan dari semuanya adalah suara Hind sendiri, yang menggambarkan tank-tank Israel berputar-putar di sekelilingnya. Yang kita butuhkan adalah keadilan," kata Ben Hania dilansir laman Variety, Senin (24/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Israel pada Rabu (19/8/2026) mengakui bahwa pasukannya telah melepaskan tembakan ke mobil yang membawa Hind dan enam anggota keluarganya di Gaza, Palestina, pada Januari 2024. Hind kemudian meninggal setelah melakukan panggilan selama tiga jam dengan Bulan Sabit Merah Palestina. Dalam percakapan tersebut, ia memohon agar diselamatkan.
Sebuah ambulans yang dikirim untuk menyelamatkan Hind juga diserang oleh militer Israel. Dua petugas medis yang berada di dalam ambulans tersebut turut meninggal dalam serangan itu.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berulang kali membantah tuduhan dan mengklaim pasukan mereka tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan itu terjadi. Namun, penyelidikan oleh berbagai media menemukan bukti bahwa tank-tank Israel yang berada di sekitar lokasi bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Lebih dari dua tahun setelah kematian Hind, militer Israel akhirnya memutuskan membuka penyelidikan kriminal terhadap insiden tersebut. Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan keputusan itu diambil setelah meninjau temuan terkait kasus tersebut dan menemukan dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina.
"Setelah meninjau temuan-temuan yang ada dan karena adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, diputuskan untuk memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut oleh divisi penyelidikan kriminal polisi militer," kata militer Israel.
Ben Hania kemudian mempertanyakan mengapa dunia harus menunggu pihak yang dituduh untuk menyelidiki dirinya sendiri. Padahal, bukti-bukti mengenai kasus tersebut sudah tersedia sejak dua tahun lalu.
"Apakah kita benar-benar harus menunggu pihak yang dituduh memutuskan untuk menyelidiki dirinya sendiri (ya, dirinya sendiri!) sampai fakta-fakta ini akhirnya dianggap serius?" kata dia.
.png)
3 hours ago
1
















































