Penanganan Kebakaran Saat Kemarau di KBB Kian Sulit karena Minim Armada dan Sumber Air Menyusut

14 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Penanganan kebakaran hutan, lahan dan pemukiman di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menghadapi tantangan berat di musim kemarau yang diperberat dengan fenomena El Nino. Keterbatasan armada dan semakin menyusutnya sumber air menjadi persoalan utama di tengah tren kasus kebakaran yang meningkat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB Siti Aminah mengungkapkan, saat ini jumlah armada Damkar yang dimiliki hanya 10 unit. Jumlah itu menurutnya kurang ideal untuk melayani 16 kecamatan di Bandung Barat yang jarak setiap wilayahnya cukup luas.

"Kita hanya ada 9 unit pemadam dan 1 rescue dan kondisi unit rata-rata di atas 10 tahun. Yang paling baru itu tahun 2025 ada 1 unit dan 3 unit tahun 2021, yang lainnya mobil tua. Kalau idealnya per kecamatan itu 2 unit," ungkap Siti saat dihubungi, Sabtu (22/8/2026).

Selain itu, pos Damkar juga idealnya ada di setiap kecamatan agar pelayanan pemadaman kebakaran khususnya di musim kemarau ini lebih efektif. Namun saat ini hanya ada tujuh pos, yakni Mako Pemkab Bandung Barat, Lembang, Parongpong, Cikalongwetan, Cipatat, Cililin, dan Sindangkerta. 

"Idealnya Damkar ada di setiap kecamatan, sehingga lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan," ucap Siti.

Sumber air juga menjadi tantangan Damkar KBB di musim kemarau panjang ini. Siti mengatakan, rata-rata sumber air yang tersedia saat ini mulai menyusut sehingga kondisi itu terkadang menyulitkan petugas yang sedang melakukan pemadaman api. Menurutnya, idelanya setiap desa memiliki sumber air yang digunakan untuk pemadaman sekaligus untuk masyatakat yang terdampak kekeringan.

"Nah yang terjangkau seperti air PDAM atau sumber air lainnya sangat terbatas. Kalo ada kejadian akhirnya air selokan pun di sedot kalau memungkinkan," ujar Siti.

Dia menjelaskan, tren kasus kebakaran di musim kemarau kali ini naik drastis. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan KBB, jumlah kasus kebakaran yang tercatat hingga mencapai 143 titik. Rinciannya, Januari ada 9 kejadian, Februari ada 7 kejadian, Maret ada 17 kejadian, April ada 8 kejadian, Mei ada 9 kejadian, Juni ada 20 kejadian dan Juli ada 73 kejadian. 

"Peristiwa kebakaran di musim kemarau ini memang naik drastis. Kejadian paling tinggi jumlahnya itu di bulan Juli ada 73 kasus kebakaran. Bahkan pernah sehari ada 7 kejadian," ungkap dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |