Anak bermain di tumpukan kayu yang terbawa arus banjir bandang menutupi sebagian jalan di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang menyatakan telah menyiapkan tenda sebagai sekolah darurat untuk enam sekolah yang rusak berat diterjang banjir bandang dan longsor di daerah itu. Saat ini secara umum sekolah di Aceh Tamiang masih berlumpur dan belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Saat ini tenda tersebut telah di pasang dan untuk sekolah lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang sedang dalam proses pembersihan lumpur sisa banjir," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Sepriyanto dihubungi di Banda Aceh, Jumat (2/1/2026).
Adapun data sementara sekolah yang akan belajar di tenda darurat yakni SDN 1 Babo rusak parah atapnya ambruk, SDN Alur Jambu ditutup lumpur tebal, SMP Babo rusak berat dan berlumpur, serta di SD Swasta dan SMP Swasta Dharma Patra lumpurnya tebal. Sedangkan khusus SD Sekumur juga telah di pasang tenda darurat, karena sekolah tersebut hilang tersapu banjir bandang.
"Sekolah darurat SD Sekumur berada di daerah pengungsian sehingga mendekatkan siswa untuk ke sekolah," katanya.
Ia menjelaskan untuk saat ini pembersihan lumpur di sekolah terus digencarkan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung mulai 5 Januari 2026. "Artinya, untuk saat ini pembersihan terus dilakukan untuk sekolah yang rusak berat dan yang belajar sementara di sekolah lainnya," katanya.
Menurut dia, untuk saat ini secara umum sekolah di Aceh Tamiang masih berlumpur dan pihaknya bersama seluruh jajaran termasuk bantuan dari ASN Pemerintah Aceh akan mempercepat pembersihan sekolah sehingga seluruh siswa dapat bersekolah pada Senin (5/1/2026). Ia menambahkan, dalam perjalanan pihaknya juga akan melihat perkembangan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar termasuk penambahan tenda untuk sekolah lainnya.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang menyebutkan total sekolah di daerah itu sebanyak 459 unit terdiri dari 65 unit tidak terdampak dan 394 terdampak banjir bandang dan longsor. Ia merincikan dari 394 terdampak itu terdiri dari 47 unit rusak ringan, 269 rusak sedang dan 78 unit rusak berat.
sumber : Antara
.png)
11 hours ago
4














































