Fluktuasi kurs meningkatkan biaya konstruksi proyek sehingga berpotensi memengaruhi besaran tarif awal saat jalan tol mulai beroperasi.
![]()
Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Tarif Tol Generasi Baru, Ini Penjelasan BPJT (Foto: iNews Media Group)
IDXChannel - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak signifikan terhadap minat investasi di sektor jalan tol.
Namun, fluktuasi kurs meningkatkan biaya konstruksi proyek sehingga berpotensi memengaruhi besaran tarif awal saat jalan tol mulai beroperasi.
Anggota BPJT Kementerian PU Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono Wibowo mengatakan sejumlah proyek jalan tol tetap berjalan sesuai rencana. Di antaranya Tol Bogor–Serpong via Parung yang telah menandatangani kontrak, Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang memasuki tahap konstruksi, serta beberapa proyek di Sumatera.
"Pengaruh harga dolar itu lebih banyak memengaruhi biaya konstruksi. Semakin lama konstruksi berlangsung, biayanya akan semakin mahal," ujar Sony saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Sony menjelaskan, kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi badan usaha jalan tol (BUJT). Sebab, saat mengikuti lelang proyek, investor telah mengajukan tarif awal berdasarkan proyeksi biaya konstruksi. Ketika pembangunan mengalami keterlambatan dan biaya melonjak akibat faktor eksternal seperti nilai tukar, perhitungan keekonomian proyek ikut berubah.
.png)
4 hours ago
2
















































