Pantang Surut, Tim BSI Explore Tembus Akses Sulit Siapkan Penanaman Mangrove di Pantai Bahagia

14 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Selain bergerak di bidang pendidikan, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informarika (UBSI) yang tergabung dalam BSI Explore 2026 menyiapkan program yang menyasar kelestarian lingkungan di Desa Pantai Bahagia.

Salah satunya melalui penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/8/2026), sekaligus pembuatan papan informasi bertajuk Mangrovepedia yang akan ditempatkan di kawasan konservasi lutung di Muara Bendera.

Namun, untuk menjalankan program tersebut, mahasiswa harus berhadapan langsung dengan kondisi geografis Pantai Bahagia.

Kawasan konservasi yang menjadi lokasi program hanya dapat dijangkau menggunakan perahu, sementara mobilitas mahasiswa selama berada di desa juga terbatas karena tidak ada anggota tim yang membawa sepeda motor.

Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan berjalan kaki. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mahasiswa UBSI perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk berbelanja, material bangunan harus dibawa menggunakan eretan.

"Untuk kendalanya mungkin dari kendaraan. Untuk penanaman mangrove juga, kita harus berjalan kaki lumayan lebih dari dua kilometer,’’ tutur Muhammad Dhafi Sukandar, Ketua Kelompok 13 BSI Explore Desa 2026 Desa Pantai Bahagia, Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, jaringan di sana juga lumayan sulit. Hanya ada jaringan dari salah satu provider, untuk yang lainnya tidak. Meski menghadapi keterbatasan akses, Dhafi dan tim tetap berupaya menjalankan program yang telah dirancang.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UBSI untuk memahami kehidupan masyarakat Desa Pantai Bahagia secara lebih dekat.

Program lingkungan yang disiapkan mahasiswa tak berhenti pada penanaman mangrove. Tim akan memasang papan informasi Mangrovepedia di kawasan konservasi lutung Muara Bendera sebagai media edukasi mengenai ekosistem mangrove dan lingkungan sekitar.

Bagi mahasiswa UBSI, keterbatasan geografis Desa Pantai Bahagia bukan sekadar hambatan teknis. Perjalanan menuju lokasi kegiatan menjadi pengalaman untuk melihat langsung bagaimana masyarakat beraktivitas sehari-hari dengan akses transportasi dan komunikasi terbatas.

"Karena di sisi lain tidak ada yang memiliki kendaraan motor. Kita ke mana-mana harus jalan kaki," kata Dhafi.

Pengalaman ini membuat program BSI Explore 2026 memiliki dimensi lebih luas. Mahasiswa UBSI tidak hanya datang untuk menjalankan program pengabdian, juga belajar memahami kondisi masyarakat dan lingkungan tempat mereka mengabdi.

Di Pantai Bahagia, sebuah perjalanan lebih dari dua kilometer menuju lokasi penanaman mangrove menjadi bagian dari cerita pengabdian. Sebuah pengingat, untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terkadang langkah pertama memang harus dimulai dengan berjalan lebih jauh.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |