Koperasi Merah Putih Sampangan Semarang Dikosongkan, Pengurus Pertanyakan Kejelasan Status

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan di Kota Semarang, Jawa Tengah, diperintahkan mengosongkan gedung yang sejak Januari 2026 sudah mereka tempati. Kini nasib lima pengurus dan tiga pengawas KKMP Sampangan tidak jelas. Mereka belum tahu apakah akan melanjutkan tugas kepengurusan atau diganti pengurus baru.

Ketua Pengurus KKMP Sampangan, Kuncar Asrianto, mengungkapkan, dia dan empat pengurus lainnya diminta mengosongkan gedung KKMP Sampangan pada Rabu (19/8/2026). “Saya sempat dipanggil ke Kodim, terus diberi tahu secara lisan harus dikosongkan. Malam itu juga harus dikosongkan,” katanya ketika diwawancara seusai melangsungkan pertemuan dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang di Kantor Kelurahan Sampangan, Kamis (20/8/2026).

Kuncar menambahkan, dia sempat melakukan negosiasi agar diberi waktu untuk mengosongkan seluruh barang dari gedung KKMP Sampangan. “Akhirnya bisa mundur dan akhirnya siang kemarin (dikosongkan),” ujarnya.

Menurut Kuncar, pihak Kodim 0733/Kota Semarang tidak memberi penjelasan mendetail soal mengapa para pengurus harus mengosongkan gedung KKMP Sampangan. “Alasannya adalah ini perintah pusat,” kata dia.

Namun, Kuncar turut memperoleh informasi bahwa pengosongan gedung KKMP Sampangan dilakukan karena PT Agrinas Pangan Nusantara hendak melakukan pengisian barang. “Jadi dari PT Agrinas akan segera mengisi barang-barang yang di situ,” ucapnya.

Kendati demikian, dia tak mengetahui kapan pengisian stok barang-barang ke KKMP Sampangan bakal dilakukan. “Karena kami juga belum pernah melakukan pembicaraan dengan Agrinas,” ujar Kuncar.

Sesuai instruksi, Kuncar akhirnya mengosongkan stok barang dari gedung KKMP Sampangan. Sebagian stok barang telah dijual. Sementara sebagian lainnya, yang mayoritas terdiri dari makanan ringan dan air mineral kemasan, ditempatkan di Kantor Kelurahan Sampangan.

Kuncar mengaku belum mendapat penjelasan apakah dia dan empat pengurus lainnya, termasuk tiga pengawas, akan kembali menjadi pengurus KKMP Sampangan. “Intinya pimpinan berharap KKMP Sampangan tetap beroperasional pengurusnya dan saya diberi tugas untuk tetap memberikan semangat ke pengurus meskipun kami tidak lagi menempati gedung atau gerai. Karena kan itu sudah ditutup dan kita tidak bisa menempati itu,” ucapnya.

Dia menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang akan mencarikan lokasi agar pengurus KKMP Sampangan bisa menjalankan lagi bisnisnya. Namun soal apakah mereka akan kembali menjadi pengurus KKMP Sampangan, Kuncar menyebut Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang belum bisa memberikan kepastian. “Saya belum tahu, itu belum dibahas,” ujar Kuncar.

Kendati demikian, Kuncar tak menampik kekecewaan jika pada akhirnya dia dan pengurus lainnya tak lagi mengurus KKMP Sampangan. Dia mengingatkan bahwa pembangunan KKMP Sampangan dimulai dengan musyawarah warga.

“Namanya koperasi itu kan dari, oleh, dan untuk anggota. Setahu saya, tanah tempat dibangun KKMP Sampangan itu tanah warga Sampangan, tanah Kelurahan Sampangan. Yang (mengurus) izinnya pun kami. Harapan kami seharusnya ya kami yang menempati. Tapi kalau ada kebijakan pusat, ya kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Kuncar.

Omzet Puluhan Juta

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |