Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

12 hours ago 7

Dia merujuk data bahwa subsidi dan kompensasi energi hingga April 2026 saja sebenarnya telah menyentuh angka Rp153,1 triliun.

Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

IDXChannel - Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan ini berisiko pembangkakan fiskal.

Hal ini dikatakan Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat. Menurutnya, lonjakan harga ini menempatkan pemerintah pada posisi fiskal yang sangat rentan.

Mengingat belanja subsidi dan kompensasi energi terus merangkak naik secara signifikan di paruh pertama tahun ini, risiko perpindahan konsumsi massa dapat mempersempit ruang gerak anggaran negara.

"Hingga Mei 2026, belanja subsidi dan kompensasi energi naik menjadi sekitar Rp203,7 triliun atau 45,6 persen dari pagu APBN," kata Achmad saat dihubungi IDXChannel, Sabtu (13/6/2026).

"Artinya ruang fiskal energi sudah padat sebelum risiko migrasi diperhitungkan penuh," katanya.

Dia merujuk data bahwa subsidi dan kompensasi energi hingga April 2026 saja sebenarnya telah menyentuh angka Rp153,1 triliun.

Dengan kuota Pertalite tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 29,27 juta kiloliter, tantangan utama kini terletak pada menjaga volume tersebut agar tidak jebol akibat beralihnya pengguna Pertamax yang konsumsi tahunannya berkisar antara 6,4 hingga 7 juta kiloliter.

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |