
Anak makan. (Foto: Freepik)
MENINGKATNYA kasus influenza A membuat orangtua semakin memperhatikan kondisi kesehatan anak. Selain menjaga kebersihan dan membatasi paparan terhadap orang yang sedang sakit, tak sedikit orang tua yang mencari makanan, minuman, vitamin, atau suplemen tertentu yang dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Lantas, apakah anak membutuhkan makanan atau minuman khusus di tengah meningkatnya kasus influenza A? Ataukah makanan bergizi saja cukup?
1. Tak Ada Makanan dan Minuman Khusus
Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan, tidak ada makanan, minuman, vitamin, maupun suplemen yang dapat menjadi “jalan pintas” untuk menjaga kesehatan atau meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Hal yang lebih penting adalah membiasakan anak menjalani pola hidup sehat secara konsisten. Menurutnya, orangtua perlu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, mulai dari tidur yang cukup hingga konsumsi makanan bergizi seimbang.
“Sebenarnya kalau kita bicara suplemen, vitamin, itu tidak ada dalam tanda kutip jalan pintas gitu ya. Jadi tetap membiasakan pola hidup sehat,” ujar dr. Yogi.
2. Pastikan Anak Dapat Makanan Bergizi Seimbang
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah asupan makanan sehari-hari. Anak membutuhkan makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, dan lemak.
Artinya, orangtua tidak harus berfokus pada satu jenis makanan atau minuman tertentu yang diklaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sebaliknya, keberagaman dan keseimbangan asupan makanan perlu menjadi perhatian.
Kebutuhan nutrisi juga dapat berbeda sesuai usia dan kondisi masing-masing anak. Karena itu, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Makanan bergizi seimbang. Ada karbonya, ada proteinnya, ada lemaknya,” ucap dr. Yogi.
3. Tidur Cukup Juga Penting
Selain makanan, kecukupan tidur menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh anak. Kebutuhan tidur berbeda-beda berdasarkan kelompok usia.
Ada kelompok usia yang membutuhkan tidur hingga sekitar 12 jam sehari, sementara kelompok usia lainnya membutuhkan sekitar 10 atau 8 jam. Oleh karena itu, orangtua perlu memperhatikan kebutuhan tidur anak sesuai usianya.
Pola hidup sehat tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikonsumsi anak. Tetapi, kebiasaan sehari-hari secara keseluruhan.
“Tidurnya cukup sesuai usia. Karena kan tiap kelompok usia beda-beda ya. Ada yang bisa sampai 12 jam sehari, 10 jam sehari, 8 jam sehari. Itu sesuai kelompok usianya,” jelas dr. Yogi.
.png)
8 hours ago
3















































