REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemenhan Letjen Gabriel Lema membuka pendidikan Komcad ASN Gelombang 2 di Lapangan Brigif Halim, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Adapun jumlah Komcad ASN Kementerian/Lembaga yang lulus ikut upacara 2.065 orang, terdiri 1.317 laki-laki dan 748 perrmpuan.
Mereka bakal mengikuti pendidikan selama 1,5 bulan di lima satuan pendidikan (satdik). Di antaranya, Pusdikkes Puskesad, Brigif 1 Pasmar, Pusbahasa Kodiklatau, Batalyon 461 Pasgat, dan Batalyon 465 Pasgat.
Letjen Gabriel menjelaskan, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk turut serta dalam upaya bela negara dan usaha pertahanan negara. Hal itu sesuai amanat dalam Pasal 27 ayat (3) serta Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) UUU 1945.
"Tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui Sistem Pertahanan Negara yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, yang dipersiapkan secara dini serta diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berkelanjutan. Dalam sistem tersebut, setiap komponen memiliki peran dan kontribusi sesuai fungsi serta kemampuan masing-masing," kata Gabriel dalam pidatonya.
Gabriel menekankan, kekuatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh personel dan peralatan, tetapi juga kesiapan seluruh komponen bangsa. TNI sebagai komponen utama diperkuat oleh komcad dan komponen pendukung (komduk) dalam Sistem Pertahanan Negara.
"Komponen cadangan bukan untuk menggantikan komponen utama, melainkan menjadi kekuatan pengganda yang dapat disiapkan dan digunakan sesuai kebutuhan pertahanan negara," jelas Gabriel.
Menurut Gabriel, para ASN memulai tahapan penting sebagai calon anggota komcad. Kesediaan ASN secara sukarela, sambung dia, merupakan wujud keikutsertaan dalam usaha pertahanan negara sekaligus pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Latsarmil yang saudara jalani tidak hanya membentuk kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga karakter, disiplin, kepemimpinan, loyalitas, dan kesadaran bela negara. Oleh karena itu, ikutilah setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, patuhi arahan pelatih, serta bangun kebersamaan dan kekompakan sebagai landasan pengabdian," ujar mantan Pangdam Kasuari tersebut.
Gabriel memahami, para pesrrta berasal dari berbagai kementerian dan lembaga dengan latar belakang profesi dan keahlian yang beragam. Dia meminta komcad ASN menjadikan keberagaman tersebut sebagai kekuatan.
"Pertahanan negara membutuhkan seluruh potensi dan kompetensi yang dimiliki bangsa. Tempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta jadikan latsarmil sebagai momentum memperkuat jiwa kebangsaan dan semangat bela negara," kata Gabriel.
.png)
2 hours ago
2
















































