Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026, Akui Sempat Panik Hadapi Jason Teh

2 hours ago 1

Jonatan Christie beraksi di Kejuaraan Dunia BWF 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie lolos ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah melewati pertarungan sengit menghadapi wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, di Stadion Indoor Indira Gandhi, New Delhi, India, Selasa (19/8/2026).

Jonatan yang menjadi unggulan ketiga harus bermain tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 19-21, 21-19, 21-11. Hasil tersebut membuat Jonatan menjadi salah satu wakil Indonesia yang melanjutkan perjuangannya di turnamen bergengsi tersebut.

Jonatan mengakui dirinya tampil terlalu tegang pada gim pertama. Kondisi tersebut membuatnya ragu dalam menerapkan strategi dan pola permainan yang telah dipersiapkan.

"Tadi mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi, pola yang sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama," kata Jonatan seusai pertandingan.

Setelah berada dalam tekanan, Jonatan mencoba bermain lebih berani dan mengurangi keraguan dalam mengambil keputusan. Upaya tersebut membuatnya mampu mengejar ketertinggalan, meski ia menyayangkan beberapa kesalahan pada poin-poin akhir gim pertama.

Memasuki gim kedua, Jonatan sebenarnya sudah berada dalam posisi menguntungkan. Ia unggul 20-14 dan memperkirakan Jason Teh akan mulai melepas permainan untuk mempersiapkan gim penentuan. Namun, perkiraan tersebut ternyata tidak terjadi.

Lawan justru mengubah pola permainan dan mampu mencuri sejumlah poin. Situasi tersebut sempat membuat Jonatan kembali panik sebelum akhirnya mampu menutup gim kedua 21-19 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Pada gim penentuan, Jonatan lebih mampu membaca permainan Jason Teh. Ia tampil lebih tenang dan konsisten hingga akhirnya merebut gim ketiga dengan skor 21-11 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.

Menurut Jonatan, setiap pertandingan selalu memberikan pelajaran, bukan hanya dalam ajang Kejuaraan Dunia. Namun, ia menyadari bahwa pelajaran dari satu pertandingan tidak selalu bisa diterapkan secara sama pada laga berikutnya karena kondisi setiap pertandingan dapat berbeda.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |