REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan kompetensi bahasa Inggris yang semakin relevan dengan pendidikan dan dunia kerja mendorong sekolah memperkuat kemampuan guru dan siswa. Di Mesuji Raya, penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan yang menggabungkan kemampuan bahasa dengan praktik pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Program Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris yang berlangsung April hingga Desember 2026 melibatkan 35 siswa kelas X SMA Negeri 1 Mesuji Raya serta lima guru dari SMA Negeri 1 Mesuji Raya dan SMK Negeri 1 Mesuji Raya.
Program yang dijalankan PT Prime Agri Resources Tbk (PAR) bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) tersebut mencakup empat keterampilan bahasa Inggris, yakni reading, speaking, listening, dan writing. Penguatan dilakukan terhadap guru dan siswa secara bersamaan agar peningkatan kompetensi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Untuk guru, materi mencakup strategi membaca, pembelajaran kooperatif, pengembangan keterampilan menulis, serta pemanfaatan kearifan lokal (local wisdom) dalam pembelajaran. Sementara bagi siswa, pembelajaran diarahkan pada penggunaan bahasa Inggris melalui materi yang bersifat praktik dan kontekstual.
“Kami meyakini bahwa pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga denganpeningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari komitmen tersebut. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada guru dan siswa di Mesuji Raya untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” kata ungkap Rudi Ismanto, General Manager Plantation Area I Sumatera Regional Prime Agri Resources dalam siaran pers, Ahad (23/8/2026).
Pembelajaran dilakukan melalui lokakarya, coaching, dan pendampingan daring. Pola tersebut memungkinkan peserta menerapkan materi yang diperoleh ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Bagi guru, program tersebut juga memberikan pengalaman dalam mengembangkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Mengikuti program ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi saya. Kami tidak hanya belajar meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujar Dian Ekawati, Guru Peserta Program.
Penguatan kompetensi guru dan siswa menjadi tantangan penting bagi sekolah di wilayah perkebunan, terutama dalam memastikan proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.
Kolaborasi PAR dan PSF melalui program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembelajaran sekaligus memperluas kesiapan siswa menghadapi pendidikan lanjutan dan peluang kerja.
.png)
2 hours ago
1
















































