Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menurunkan alokasi investasi pada 2026 menjadi USD12 miliar atau Rp212 triliun.
![]()
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menurunkan alokasi investasi pada 2026 menjadi USD12 miliar atau Rp212 triliun. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menurunkan alokasi investasi pada 2026 menjadi USD12 miliar atau Rp212 triliun dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS. Penyesuaian dilakukan seiring pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung.
"Dari sisi total investment yang kami sudah sebut secara publik di awal tahun, tapi ini karena kursnya menurun agak berubah ya, awal tahun USD14 miliar, mungkin sekarang USD12 miliar," ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir saat ditemui di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Meski nilai investasi diturunkan, Pandu memastikan fokus investasi Danantara tetap diarahkan pada proyek-proyek yang mampu menghasilkan arus kas (cash flow) kuat dan memberikan nilai tambah jangka panjang terhadap perekonomian nasional.
Menurut dia, Danantara akan lebih selektif dalam memilih perusahaan maupun proyek yang memiliki model bisnis matang dan potensi ekspansi besar, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, pihaknya lebih tertarik masuk ke proyek brownfield atau bisnis yang sudah berjalan dan memiliki rekam jejak operasional yang jelas.
"Yang penting adalah kalau dari sisi kami, kami ingin mencari bisnis-bisnis yang sudah memiliki business model yang baik, yang menurut kami bisa menjadi ekspansif. Jadi cash flow, kami mencarinya cash flow," katanya.
.png)
2 hours ago
2
















































