Bobot Indonesia di indeks global masih berada dalam sorotan setelah peringatan konsultasi pasar frontier dari MSCI pada 24 Juni 2026.
![]()
Dana Pasif (AUM) MSCI Jauh Lebih Besar dari FTSE dan S&P DJI, Intip Nilainya. (Foto: MSCI)
IDXChannel – Bobot Indonesia di indeks global masih berada dalam sorotan setelah peringatan konsultasi pasar frontier dari MSCI pada 24 Juni 2026.
Namun, besarnya potensi dampak terhadap arus dana pasif berbeda-beda di setiap penyedia indeks, dengan MSCI menjadi yang paling dominan.
Riset analis CGS Internasional Sekuritas Indonesia (CGSI), yakni Hadi Soegiarto, Wisnu Trihatmojo, dan Elizabeth Noviana yang terbit pada 23 Juli 2026 menunjukkan, aset kelolaan (passive assets under management/AUM) yang melacak indeks MSCI mencapai sekitar USD5 miliar atau setara sekitar Rp89,98 triliun (asumsi kurs Rp17.995 per USD).
Nilai tersebut jauh melampaui FTSE Russell yang memiliki passive AUM sekitar USD1,5 miliar-USD2 miliar atau sekitar Rp26,99 triliun-Rp35,99 triliun, maupun S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang sekitar USD450 juta atau sekitar Rp8,10 triliun.
Dengan perbedaan skala dana pasif tersebut, keputusan MSCI dinilai akan memberikan dampak terbesar terhadap potensi aliran dana asing dibandingkan dua penyedia indeks global lainnya.
.png)
1 hour ago
1
















































