BNI Raup Laba Bersih Rp5,6 Triliun pada Kuartal I-2026

5 hours ago 4

BNI Raup Laba Bersih Rp5,6 Triliun pada Kuartal I-2026

BNI Raup Laba Bersih Rp5,6 Triliun pada Kuartal I-2026 (Foto: BNI)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI meraup laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I-2026. Laba ini naik sekira 5,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp5,38 triliun.

Pencapaian ini diraih di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik terutama perang di Timur Tengah yang mempengaruhi pergerakan harga minyak, meningkatkan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.

Secara domestik, BNI memandang bauran kebijakan baik moneter maupun fiskal menjadi buffer penting bagi perekonomian nasional. Dari sisi moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berada di level yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas. Selain itu, BI juga menerbitkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah tekanan global.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Sebagai upaya untuk memperkuat pondasi permodalan, BNI mengambil langkah proaktif dengan melakukan penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. Penguatan permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang.

Sejalan dengan strategi tersebut, BNI juga tengah menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang, melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Dengan semangat empowerment, transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan BNI hingga ke unit operasional terkecil, yaitu memberdayakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu sebagai point of sale utama atas produk dan layanan perbankan.

Transformasi ini mulai dijalankan pada kuartal IV-2025 dengan model implementasi kapabilitas yang dilakukan secara bertahap. Ditargetkan, dengan implementasi BRAVE pertumbuhan kredit dan CASA dapat tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan, kemudian diikuti peningkatan market share BNI di industri perbankan, dan berujung pada meningkatnya produktivitas cabang-cabang BNI yang saat ini berjumlah lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia.

Sekitar 6 bulan setelah inisiatif BRAVE dimulai, BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang melampaui rata-rata industri, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Hingga Maret 2026, tercatat kredit BNI tumbuh 20,1% secara year on year, ditopang oleh struktur pendanaan CASA yang semakin kuat dengan pertumbuhan 26,6% secara year on year, sehingga mampu menopang efisiensi biaya dana (cost of funds) di tengah kondisi dinamika pasar yang penuh tantangan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |