REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses penuaan ternyata tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya usia. Sejumlah gaya hidup dan paparan lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan sel serta proses penuaan biologis.
Pakar kedokteran fungsional dr Will Cole mengatakan saat ini banyak anak muda usia 20 dan 30-an yang memiliki sel seperti orang lanjut usia. Menurut dia, gaya hidup modern bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Gaya hidup modern mulai dari makanan hingga paparan racun lingkungan, berisiko memicu gangguan fungsi sel yang kemudian dapat memengaruhi peradangan, tidur, dan berbagai proses lain yang berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Dari apa yang saya amati, saat ini banyak orang yang berusia 20, 30, atau 40-an, namun memiliki sel seperti orang lanjut usia. Genetika kita tidak berubah selama ribuan tahun, tetapi gaya hidup kita telah berubah secara dramatis dalam waktu yang sangat singkat," kata Dr Cole dilansir laman Fox News, Kamis (3/9/2026).
Menurut Cole, masyarakat juga kerap menganggap gejala tertentu sebagai hal yang biasa, termasuk ketika gejala tersebut berlangsung terus-menerus. Brain fog atau kabut otak dan kelelahan misalnya, dapat dinormalisasi dan tidak dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Padahal, gejala tersebut tidak spesifik. Brain fog dan kelelahan dapat disebabkan oleh berbagai faktor medis, gaya hidup, maupun kesehatan mental.
Cole mengatakan dalam sejumlah kasus, perubahan yang berkaitan dengan gangguan fungsi sel dapat dimulai bertahun-tahun sebelum seseorang mendapatkan diagnosis medis. Namun, gejala awal tersebut sering kali diabaikan.
la kemudian mengidentifikasi tiga faktor berikut sebagai penyebab utama gangguan komunikasi sel yang pada akhirnya bisa mempercepat proses penuaan. Apa saja? Yuk simak rinciannya:
1. Pola makan yang tidak sehat
Faktor pertama adalah pola makan. Menurut Cole, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, terutama makanan yang memic peradangan, dapat menjadi salah satu pengganggu kesehatan sel. Tidak hanya itu, waktu makan yang tidak konsisten juga dapat mengganggu keseimbangan sel.
"Tubuh perlu waktu untuk mencerna makanan dan menjalani periode tanpa asupan makanan. Jadi bukan hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tapi juga rentang waktu seseorang makan sepanjang hari," kata Cole.
.png)
1 week ago
29
















































