Bank Pemerintah Filipina Siapkan Pembiayaan untuk UMKM Halal

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Bank milik pemerintah Filipina, Al-Amanah Investment Bank of the Philippines, berkomitmen menyediakan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di industri halal.

Dalam pernyataan pada Ahad (19/9/2026), Al-Amanah menyebut komitmen tersebut disampaikan Ketua sekaligus Chief Executive Officer Al-Amanah Bank, Amenah Pangandaman, dalam Philippine Halal Industry Summit.

Pangandaman mengatakan, bank tersebut sedang menghitung total dana yang akan dialokasikan untuk mendukung UMKM. Al-Amanah diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan modal karena tidak memenuhi persyaratan umum perbankan.

“Permintaan sudah tersedia, sumber daya manusia kami siap bekerja, dan pasar yang sangat besar menanti. Namun, tanpa modal atau pembiayaan, industri halal akan selalu kesulitan keluar dari anggapan sebagai pasar ceruk,” kata Pangandaman, seperti dikutip dari Philippines News Agency, Senin (21/9/2026).

UMKM saat ini mencakup sekitar 99,5 persen dari seluruh unit usaha di Filipina. Meski demikian, Pangandaman mengatakan, pelaku UMKM masih mengalami kesulitan membiayai berbagai kebutuhan untuk memasuki pasar halal.

Menurut dia, dukungan pembiayaan tidak boleh berhenti pada tahap produksi. Pembiayaan harus menjangkau seluruh rantai nilai industri halal.

“Pembiayaan bagi UMKM harus mendukung seluruh rantai nilai. Tidak cukup hanya memberikan modal produksi karena perjalanan mereka masih panjang, mulai dari sertifikasi, logistik, peningkatan skala usaha, hingga akhirnya melakukan ekspor,” ujar dia.

Al-Amanah akan bekerja sama dengan Departemen Perdagangan dan Industri Filipina untuk menyediakan pembiayaan bagi pengembangan usaha halal. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan biaya akreditasi dan pembangunan fasilitas rumah potong hewan halal.

Bank itu juga akan bermitra dengan Cooperative Development Authority untuk mendukung perluasan usaha koperasi yang bergerak di industri halal.

Selain itu, Al-Amanah dan National Commission on Muslim Filipinos sepakat menindaklanjuti penyusunan nota kesepahaman mengenai penyediaan pembiayaan syariah bagi UMKM dan lembaga sertifikasi halal.

“Tidak dapat dimungkiri, sertifikasi halal di Filipina maupun di negara lain dapat menjadi proses yang sulit, panjang, dan mahal bagi UMKM. Namun, manfaat yang diperoleh konsumen dan pelaku usaha juga sangat besar,” kata Pangandaman, mengakui.

Menurut dia, upaya membuat proses sertifikasi halal lebih mudah diakses dan dipahami harus terus dilakukan. Sertifikasi halal juga tidak boleh berubah menjadi hambatan yang tidak perlu bagi pelaku UMKM.

Nilai industri halal global diproyeksikan mencapai 10 triliun dolar AS pada 2030, meningkat dari estimasi saat ini sebesar 4 triliun dolar AS. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan populasi Muslim dan tren konsumsi etis.

Produk halal juga semakin diminati konsumen non-Muslim karena dinilai menerapkan standar mutu dan kesehatan yang ketat.

Melalui Philippine Halal Industry Development Strategic Plan, pemerintah Filipina menargetkan investasi sebesar 230 miliar peso Filipina hingga 2028. Pemerintah juga menargetkan jumlah produk dan layanan bersertifikat halal meningkat dua kali lipat, dari 3.000 menjadi 6.000, serta menciptakan 120 ribu lapangan kerja.

sumber : Philippines News Agency

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |