Bali Jagadhita 2025 Dorong Transformasi Ekonomi Lebih Merata

2 months ago 37

Bali Jagadhita menjadi sarana pameran sekaligus business matching bagi pelaku UMKM, dengan fokus utama promosi sektor Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi.

 dok. BI.

Bali Jagadhita 2025 Dorong Transformasi Ekonomi Lebih Merata. Foto: dok. BI.

IDXChannel - Bali, sebagai salah satu pusat pariwisata dunia, terus berupaya mendorong transformasi ekonomi. Guna mendorong transformasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan di Bali memfokuskan pengembangan pada tiga sektor utama yaitu pariwisata (Tourism), perdagangan (Trade), dan investasi (Investment) atau yang dikenal dengan TTI.

Namun, pelaksanaannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah aktivitas pariwisata yang masih terpusat di kawasan tertentu.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, pada sektor pariwisata, sekitar 70 persen aktivitas masih terpusat di Bali bagian selatan, khususnya kawasan Sarbagita. 

"Ketimpangan ini tidak hanya menyebabkan kepadatan pengunjung, tetapi juga mulai menurunkan kualitas dan ekspektasi wisatawan terhadap eksklusivitas destinasi Bali," ujarnya dalam Grand Opening Bali Jagadhita 2025 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Senin (2/6/2025).

(Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta/dok.BI)

Begitu juga dengan sektor perdagangan Bali yang masih sangat bergantung pada konsumsi wisatawan. Studi menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara penjualan eceran dengan jumlah kunjungan wisatawan, menjadikan ketahanan ekonomi lokal rentan mengikuti ramainya pariwisata. 

Dalam hal ini, pelaku UMKM sebagai pilar utama perdagangan lokal juga masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM yang masih terbatas di awal 2025.

Sementara itu, aliran investasi masih terfokus pada sektor tersier dan wilayah tertentu, dengan 87 persen investasi terserap di kawasan Sarbagita. Potensi besar di luar kawasan tersebut masih belum tergarap secara optimal, sehingga pemerataan investasi dan pengembangan destinasi baru menjadi keharusan untuk menciptakan pembangunan yang inklusif.

Untuk mengatasi seluruh tantangan tersebut, Bali Jagadhita hadir sebagai wadah kolaborasi strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi, terutama lewat penguatan peran UMKM lokal.

Diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sejak 2020, Bali Jagadhita menjadi sarana pameran sekaligus business matching bagi pelaku UMKM, dengan fokus utama pada promosi sektor Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraan pada 2025, Bali Jagadhita mengusung tema “Integrating All, Empowering All”, bersinergi dengan Pesta Kesenian Bali, dan melibatkan peserta dari Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra).

(Bali Jagadhita 2025/dok.BI)

Tahun ini, kegiatan yang berlangsung Juni-Juli 2025 tersebut memperluas fokusnya dengan menambahkan pilar promosi baru, yaitu penguatan ekonomi hijau serta pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam sesi pembukaan, selaras dengan tema tahun ini, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Hasya menyampaikan pentingnya ekosistem ekonomi kreatif yang terhubung erat dengan investasi dan keberlanjutan.

Riefky menegaskan bahwa ekosistem ekonomi kreatif merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan berkualitas.

Riefky juga menyampaikan bahwa investasi saat ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, melainkan juga mempertimbangkan keberlanjutan dan nilai lingkungan.

"Saya optimistis pelaku ekonomi kreatif di Bali dapat bersaing secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal," kata Riefky.

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |