Sejumlah pengendara motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat sejumlah bandar udara di Kalimantan Utara terus dipantau. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kondisi jarak pandang menjadi perhatian untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Pemantauan dilakukan di enam bandara, yakni Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.
Dari enam bandara tersebut, Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan masih beroperasi normal. Sementara empat bandara lainnya terus dipantau seiring perkembangan kondisi asap dan jarak pandang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan. Jika kondisinya berada di bawah batas yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.
“Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Kemenhub juga meminta penyelenggara bandar udara dan maskapai memantau cuaca serta jarak pandang secara berkala. Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan.
Masyarakat yang akan bepergian dari dan menuju wilayah terdampak asap juga diminta memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara. Jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu apabila kondisi tidak memungkinkan.
Kemenhub bersama pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap penerbangan di Kalimantan.
.png)
12 hours ago
5














































