AirNav Umumkan 6 Bandara Beroperasi, 3 Masih Tutup

5 days ago 22

Calon penumpang pesawat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma lanjut ditutup hingga pukul 18.00 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AirNav Indonesia mengumumkan enam bandar udara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi. Sementara itu, tiga bandar udara lainnya masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB .

Keenam bandara antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Bandara Husein Sastranegara (WICC), Bandar Udara Budiarto (WIRR), Tangerang, Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP), Tangerang Selatan,Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam. Tiga bandar udara lainnya yakni Bandar Udara Radin Inten II (WILL), Lampung, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI), Pandeglang, masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB berdasarkan pembaruan informasi aeronautika yang diterbitkan AirNav Indonesia melalui NOTAM terbaru.

"Penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi," ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Selain itu, ucap dia, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di lokasi bandara-bandara terdampak. Hermana menyampaikan AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik, serta berkoordinasi dengan regulator dan stakeholder penerbangan. 

"Pembaruan informasi aeronautika akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," sambung Hermana. 

AirNav Indonesia, lanjut dia, berkomitmen memastikan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |