Sektor IKFT bahkan mencatat capaian yang lebih ekspansif dengan pertumbuhan 5,92 persen dan kontribusi 3,88 persen terhadap PDB nasional
![]()
Sektor Kimia, Farmasi, dan Tekstil Siap Jadi Penggerak Ekonomi 2026, Intip Kinerjanya di Tahun Ini. Foto: iNews Media Group.
IDXChannel - Kementerian Perindustrian mengungkap ketangguhan sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) sebagai salah satu pilar penting yang menopang stabilitas manufaktur nasional sepanjang 2025. Kinerja ini dinilai menjadi modal kuat memasuki 2026.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek Bawazier, menyampaikan kinerja industri sepanjang 2025 menunjukkan tren yang cukup positif. Pada Triwulan III-2025, Industri Pengolahan Nonmigas tumbuh sebesar 5,58 persen (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen.
"Sektor IKFT bahkan mencatat capaian yang lebih ekspansif dengan pertumbuhan 5,92 persen dan kontribusi 3,88 persen terhadap PDB nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor IKFT periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai USD35,25
miliar, sedangkan impor berada pada USD 32,31 miliar.
Produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki menjadi penopang utama ekspor. Sementara tingginya impor bahan baku kimia menunjukkan perlunya penguatan struktur industri hulu dalam negeri.
Secara agregat, utilisasi kapasitas industri IKFT berada di kisaran 60 persen, yang turut terdorong oleh
kebijakan hilirisasi terutama pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam.
Penguatan ini tercermin pula dari peningkatan arus investasi, di mana realisasi investasi sektor IKFT pada
periode Januari hingga September 2025 mencapai Rp142,15 triliun, naik signifikan dari Rp116,54 triliun
pada periode yang sama tahun sebelumnya.
.png)
4 hours ago
2















































